SEKOLAH ABATA LOMBOK,Lombok Barat, 18 Oktober 2025 – Mahasiswa Jurusan Farmasi Universitas Mataram yang mengikuti program Studi Independen mengadakan penyuluhan kesehatan di Desa Gerimax Indah, Lombok Barat. Penyuluhan ini digelar dengan tema Antibiotik Tepat, Keluarga Sehat: Cegah Resistensi Antibiotik dengan Penggunaan Antibiotik yang Tepat”, dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya cara penggunaan antibiotik yang tepat, aman, dan bertanggung jawab demi mencegah risiko resistensi antibiotik. Penyuluhan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat dalam rangka memenuhi persyaratan program Studi Independen Universitas Mataram.

Kegiatan penyuluhan dimulai pada pukul 09.00 WITA di Pos Kesehatan Desa Gerimax Indah, Lombok Barat. Penyuluhan ini dihadiri oleh bidan dan ibu hamil yang didampingi oleh suami. Kegiatan diawali dengan pembagian leaflet kepada peserta dan diikuti dengan pemaparan materi oleh mahasiswa, meliputi aturan pemakaian antibiotik, kepatuhan terhadap dosis dan durasi pengobatan, bahaya menghentikan pengobatan terlalu cepat, serta pentingnya menyelesaikan terapi antibiotik.
Mahasiswa juga menjelaskan cara menyimpan antibiotik dengan tepat untuk menjaga efektivitas obat, siapa saja yang pantas dan aman mengonsumsi antibiotik, serta kondisi di mana antibiotik tidak dibutuhkan. Salah satu poin penting dalam penyuluhan adalah edukasi tentang resistensi antibiotik, yaitu fenomena di mana bakteri menjadi kebal terhadap obat sehingga pengobatan menjadi lebih sulit. Faktor penyebab resistensi, dampaknya bagi kesehatan masyarakat, dan strategi pencegahan dijelaskan secara rinci oleh tim mahasiswa, termasuk : tidak membeli antibiotik tanpa resep, tidak menyimpan sisa obat, dan mematuhi aturan tenaga kesehatan-dijelaskan dengan jelas oleh tim mahasiswa.
Acara penyuluhan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab, yang diikuti antusias oleh ibu hamil, beberapa peserta menyampaikan pengalaman pribadi terkait penggunaan antibiotik. Melalui penyuluhan ini, mahasiswa Jurusan Farmasi Universitas Mataram yang mengikuti program Studi Independen berharap agar masyarakat semakin sadar akan risiko resistensi antibiotik dan mampu mengambil keputusan yang lebih bijak terkait penggunaan obat, demi menjaga kesehatan bersama.