SEKOLAH ABATA LOMBOK,Lombok NTB — Dalam agenda resmi pembinaan karakter di lingkungan Abata Lombok, Pembina Abata sekaligus tokoh pendidikan dan kenotariatan Nusa Tenggara Barat, Dr. Saharjo SH MKn MH, menyampaikan pernyataan tegas mengenai pentingnya ketekunan, kesabaran, dan proses dalam membangun masa depan generasi muda.

Dr. Saharjo menegaskan bahwa keberhasilan tidak dapat diraih dengan pendekatan instan maupun sekadar angan-angan. Menurutnya, pencapaian besar hanya dapat lahir melalui proses panjang yang dijalani secara disiplin dan konsisten.
“Tidak ada keberhasilan tanpa proses. Tidak ada pencapaian tanpa langkah-langkah nyata. Semua membutuhkan waktu, kesungguhan, dan komitmen,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Saharjo menyebut bahwa karakter seseorang ditempa bukan pada saat menerima penghargaan, tetapi ketika menjalani perjalanan panjang yang penuh ujian.
“Proses sering kali tidak tampak oleh mata publik. Namun justru di balik langkah-langkah sunyi itulah masa depan dibangun,” ungkapnya.
Program Satu Siswa Satu Usaha Diperkuat: Langkah Strategis Abata Lombok
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Saharjo menegaskan kembali komitmen Abata Lombok melalui program strategis “Satu Siswa Satu Usaha”, yang disebutnya sebagai kebijakan pendidikan visioner, bukan sekadar slogan tanpa arah.
“Hanya di Abata, satu siswa satu usaha adalah gerakan nyata. Program ini bukan jargon, tetapi strategi pendidikan untuk membangun kemandirian, etos kerja, dan keberanian menghadapi dunia nyata,” tegasnya.
Program tersebut, menurut Dr. Saharjo, akan terus diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai mitra usaha, lembaga pendidikan, dan jaringan profesional yang selama ini berada dalam relasi kerja beliau.
“Kami menyediakan ruang, peluang, dan jejaring. Namun langkah untuk berkembang harus datang dari tiap siswa. Keberhasilan adalah hasil dari proses yang mereka jalani secara bertahap dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Komitmen Pendidikan Abata Lombok
Pernyataan resmi tersebut disambut positif oleh para guru dan orang tua. Banyak pihak menilai bahwa Abata Lombok berada pada jalur yang tepat dalam menyiapkan generasi tangguh yang memahami arti perjuangan dan nilai kerja keras.
Melalui pendekatan pendidikan berbasis proses dan pengalaman, Abata Lombok meneguhkan diri sebagai lembaga yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk karakter.
Di akhir penyampaiannya, Dr. Saharjo menutup dengan pernyataan yang menegaskan arah perjuangan Abata Lombok:
“Keberhasilan tidak perlu diumumkan. Cukup dibuktikan oleh mereka yang berani menempuh prosesnya.”