Skip to main content
Uncategorized

Psikolog ABATA Ingatkan Dampak Bentakan terhadap Mental Anak dan Risiko Bullying

By June 23, 2026No Comments

SEKOLAH ABATA LOMBOK,LOMBOK – Di balik kepatuhan seorang anak, terkadang tersimpan rasa takut yang tidak terlihat. Kebiasaan membentak anak yang masih sering dianggap sebagai cara mendisiplinkan ternyata dapat meninggalkan dampak psikologis yang memengaruhi kehidupan mereka hingga jangka panjang.

Berbagai kajian psikologi perkembangan menunjukkan bahwa anak yang tumbuh dalam lingkungan penuh bentakan dan kritik cenderung memiliki kepercayaan diri yang lebih rendah. Mereka lebih mudah merasa bersalah, takut mengambil keputusan, serta ragu menyampaikan pendapat karena khawatir dianggap salah.

Kondisi tersebut membuat anak rentan menjadi korban bullying. Ketika menghadapi tekanan dari teman sebaya, mereka sering kali memilih diam dan memendam masalah karena tidak memiliki keberanian untuk mempertahankan diri atau mencari bantuan.

Namun dampak pola asuh yang keras juga dapat muncul dalam bentuk lain. Tidak sedikit anak yang akhirnya menyalurkan rasa sakit dan kemarahan yang dipendam kepada orang lain. Perilaku yang mereka alami di rumah dapat terbawa ke lingkungan pergaulan dan berubah menjadi tindakan merundung atau merendahkan teman-temannya.

Tim Psikolog SEKOLAH ABATA LOMBOK, Bunda Dita, mengatakan bahwa kebutuhan utama anak bukan sekadar aturan dan disiplin, melainkan rasa aman serta hubungan emosional yang sehat dengan orang tua.

“Anak yang sering dibentak akan terbiasa hidup dalam tekanan. Ia mungkin tampak patuh, tetapi sebenarnya menyimpan banyak emosi yang tidak tersalurkan dengan baik. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan mental dan perilakunya di kemudian hari,” ungkapnya.

Menurut Bunda Dita, rumah seharusnya menjadi tempat paling nyaman bagi anak untuk bertumbuh, belajar, dan mengekspresikan dirinya. Ketika anak merasa diterima dan dihargai, mereka akan lebih mudah mengembangkan rasa percaya diri serta kemampuan membangun hubungan sosial yang sehat.

Sebaliknya, anak yang tumbuh tanpa rasa aman berisiko mencari penerimaan di lingkungan yang kurang tepat. Mereka dapat lebih mudah terpengaruh pergaulan negatif, perilaku berisiko, hingga berbagai bentuk pelarian emosional yang merugikan diri sendiri.

Karena itu, SEKOLAH ABATA LOMBOK terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang ramah anak melalui program Zero Bullying, layanan psikologi sekolah, serta edukasi parenting yang membantu orang tua memahami pentingnya pola asuh positif.

Bunda Dita menegaskan bahwa keberhasilan anak tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga oleh kesehatan mental yang kuat dan hubungan emosional yang baik dengan keluarga.

“Anak yang merasa dicintai akan lebih berani menghadapi tantangan, lebih percaya diri, dan lebih mampu menghargai orang lain. Itulah bekal penting yang akan membantunya sukses dalam kehidupan,” ujarnya.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kasus bullying dan kesehatan mental anak, para orang tua diingatkan bahwa setiap kata yang diucapkan memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan buah hati. Bentakan mungkin menghasilkan kepatuhan sesaat, tetapi kasih sayang, penghargaan, dan komunikasi yang baik akan membentuk karakter anak untuk seumur hidup.

Author abatasdit

More posts by abatasdit