Skip to main content
Uncategorized

SEKOLAH ABATA LOMBOK Panen Bukti, Bukan Janji

By June 25, 2026No Comments

SEKOLAH ABATA LOMBOK,NTB — Banyak sekolah berbicara tentang karakter. Banyak pula yang memasang slogan tentang kepemimpinan, akhlak, dan masa depan. Namun tidak semua mampu menunjukkan hasilnya.

Pada Akhirussanah Angkatan VII Tahun Ajaran 2025/2026, SEKOLAH ABATA LOMBOK memilih menjawab dengan karya nyata. Lana Anfusa Rahima, siswi kelas VI Sunan Kalijaga, dinobatkan sebagai Student of the Year 2026, penghargaan tertinggi yang diberikan kepada peserta didik dengan prestasi akademik, karakter, kepemimpinan, disiplin, dan kontribusi sosial terbaik.

Bagi banyak orang, penghargaan itu mungkin hanya sebuah trofi. Namun bagi ABATA, penghargaan tersebut adalah bukti bahwa pendidikan yang benar tidak hanya menghasilkan anak yang pandai menjawab soal, tetapi juga mampu memimpin diri sendiri, menghormati orang lain, dan memberi manfaat bagi lingkungan.

Di tengah fenomena meningkatnya kasus perundungan, krisis keteladanan, rendahnya daya juang, hingga ketergantungan anak pada gawai, ABATA mengambil jalan yang berbeda. Sekolah ini tidak hanya mengajarkan apa yang harus dipikirkan anak, tetapi juga membentuk siapa mereka kelak ketika dewasa.

Pembina SEKOLAH ABATA LOMBOK, Dr. Saharjo, SH, MKn, MH, menegaskan bahwa dunia masa depan tidak akan dimenangkan oleh mereka yang hanya memiliki nilai akademik tinggi.

“Kecerdasan tanpa karakter bisa menjadi ancaman. Pengetahuan tanpa integritas bisa menjadi bencana. Karena itu ABATA tidak hanya mendidik anak menjadi pintar, tetapi mendidik mereka menjadi manusia yang layak dipercaya,” tegasnya.

Menurut Saharjo, penghargaan yang diraih Lana menunjukkan bahwa pendidikan karakter bukan teori, melainkan investasi yang hasilnya dapat dilihat secara nyata.

“Kami tidak sedang mencetak pencari kerja. Kami sedang menyiapkan calon pemimpin, calon pengusaha, calon ilmuwan, calon ulama, dan calon penggerak peradaban. Mereka harus unggul secara intelektual sekaligus kuat secara moral,” ujarnya.

Kepala SD IT ABATA Lombok, Lia Oktavia, SPd Gr, mengatakan keberhasilan Lana lahir dari budaya pendidikan yang dibangun secara konsisten selama enam tahun.

Setiap hari siswa dibiasakan untuk bertanggung jawab, berani berbicara, menghargai perbedaan, memimpin kegiatan, menyelesaikan masalah, serta menjaga adab dalam setiap interaksi. Bagi ABATA, karakter tidak diajarkan melalui ceramah semata, tetapi melalui pembiasaan yang berlangsung setiap hari.

Hasilnya mulai terlihat. Di tengah kompetisi pendidikan yang semakin ketat, ABATA terus melahirkan siswa yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, kepedulian sosial, dan jiwa kepemimpinan yang kuat.

Penghargaan Student of the Year 2026 menjadi pesan penting bahwa keberhasilan pendidikan tidak lahir dalam semalam. Ia merupakan hasil kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan lingkungan yang memiliki visi yang sama.

Akhirussanah Angkatan VII pun menjadi lebih dari sekadar acara pelepasan siswa. Ia adalah panggung pembuktian bahwa SEKOLAH ABATA LOMBOK tidak sedang menjual mimpi tentang pendidikan masa depan, melainkan sedang menunjukkannya.

Ketika banyak lembaga masih sibuk mendiskusikan bagaimana menciptakan generasi unggul, ABATA mulai memanennya.

Dan nama Lana Anfusa Rahima mungkin hanya satu di antara sekian banyak bukti bahwa pendidikan yang dibangun dengan visi, disiplin, dan keteladanan akan selalu menghasilkan sesuatu yang lebih berharga daripada sekadar nilai rapor: manusia yang siap memimpin masa depan.

Author abatasdit

More posts by abatasdit