Empat Emas dan Dua Perunggu Porprov NTB 2026: Di Balik Setiap Prestasi, Selalu Ada ABATA

MATARAM — Ada satu benang merah yang menyatukan setiap medali yang dibawa pulang dari Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Nusa Tenggara Barat 2026. Benang merah itu adalah ABATA.
Empat medali emas dan dua medali perunggu yang diraih guru serta siswa SEKOLAH ABATA LOMBOK bukan sekadar catatan kemenangan individu. Prestasi itu lahir dari sebuah ekosistem pendidikan yang percaya bahwa setiap anak dan setiap guru memiliki potensi untuk menjadi juara ketika dibimbing dengan karakter, disiplin, dan budaya belajar yang kuat.
Prestasi tersebut dipersembahkan oleh Yanda Rian, Guru Grade 5 Imam An-Nasa’i SD IT ABATA LOMBOK, yang meraih medali emas cabang Petanque kategori Triple Man dan medali perunggu kategori Triple Mix A. Adskhan, siswa Grade 5 Imam Ahmad SD IT ABATA LOMBOK, meraih medali emas cabang Pickleball kategori beregu. Anindya Charissa Wulandari Wibowo, siswi SMP IT ABATA LOMBOK, mempersembahkan medali emas cabang Menembak. Sementara M. Syakroni, S.Pd., Guru Pembina Keolahragaan SMP IT ABATA LOMBOK, menyumbangkan medali perunggu cabang Cricket kategori T10 Putra.
Keberhasilan guru dan siswa berdiri di podium yang sama memperlihatkan bahwa budaya berprestasi di SEKOLAH ABATA LOMBOK tidak berhenti di ruang kelas. Guru menjadi teladan, siswa melanjutkan semangat itu menjadi prestasi. Di setiap kemenangan, selalu ada proses pembinaan. Di setiap medali, selalu ada nilai-nilai yang ditanamkan. Dan di setiap prestasi, selalu ada ABATA.
Direktur SEKOLAH ABATA LOMBOK, Fahrun Nitza, S.Pd., Gr., mengatakan bahwa sekolah tidak pernah mengejar prestasi sebagai tujuan utama, melainkan membangun budaya yang pada akhirnya melahirkan prestasi.
“Kami ingin masyarakat melihat bahwa di balik setiap prestasi anak-anak dan guru kami, selalu ada ABATA yang mendampingi prosesnya. ABATA hadir bukan hanya ketika medali diraih, tetapi sejak latihan pertama, saat semangat mulai dibangun, ketika karakter dibentuk, hingga akhirnya prestasi lahir. Karena itu kami percaya, di setiap prestasi, selalu ada ABATA.”
Menurut Fahrun, filosofi tersebut menjadi fondasi pengembangan sekolah.
“ABATA tidak hanya mendidik siswa menjadi cerdas, tetapi juga membentuk manusia yang tangguh, disiplin, berintegritas, dan berani berkompetisi. Ketika guru berprestasi, ABATA hadir. Ketika siswa menjadi juara, ABATA hadir. Ketika alumni mengukir keberhasilan di masa depan, kami berharap masyarakat tetap melihat bahwa di balik perjalanan itu, selalu ada ABATA yang menanamkan nilai, karakter, dan semangat untuk terus bertumbuh.”
Porprov NTB 2026 menjadi satu lagi bukti bahwa prestasi bukanlah kebetulan. Ia merupakan hasil dari budaya yang dipelihara setiap hari. Dan bagi SEKOLAH ABATA LOMBOK, pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat sederhana namun kuat: di balik setiap prestasi, selalu ada ABATA.