SEKOLAH ABATA LOMBOK,MATARAM — Pembangunan lapangan mini soccer di lingkungan Sekolah Abata Lombok terus bergerak. Di tengah deru pekerjaan dan percikan las, sekolah ini sedang menambah satu lagi ruang bagi tumbuhnya pendidikan yang tak berhenti di dalam kelas.

Lapangan tersebut diproyeksikan menjadi ruang olahraga, pembentukan karakter, disiplin, kerja sama, sekaligus tempat lahirnya potensi baru para siswa.
Direktur Sekolah Abata Lombok, Fahrun Nitza, S.Pd., Gr., mengatakan pembangunan fasilitas merupakan bagian dari ikhtiar jangka panjang sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan yang utuh.
“Abata tidak sekadar membangun lapangan. Kami sedang membangun ruang tempat anak-anak belajar disiplin, berjuang, bekerja sama, dan berprestasi. Sebata demi bata kami susun, karena kami percaya pendidikan yang besar juga lahir dari proses yang panjang,” kata Fahrun.
Bagi Abata Lombok, pembangunan fisik hanyalah wadah. Tujuan akhirnya tetap manusia.
Gedung boleh bertambah, lapangan boleh semakin luas, tetapi ukuran keberhasilan Abata tetap satu: seberapa jauh anak-anak bertumbuh menjadi manusia yang kuat, berkarakter, dan bermanfaat.