Skip to main content
Uncategorized

Puluhan Siswa ABATA LOMBOK Sabet Medali KMII NTB 2026, Pendampingan Individual Jadi Kunci

By April 26, 2026April 28th, 2026No Comments

SEKOLAH ABATA LOMBOK,Mataram — Prestasi demi prestasi kembali ditorehkan siswa SEKOLAH ABATA LOMBOK. Dalam ajang kejuaraan matematika, ipa, ips dan bahasa inggris (KMII) ke-3 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2026, puluhan siswa ABATA berhasil meraih medali di berbagai bidang, mulai dari Matematika, Ilmu Pengetahuan Sosial, Sains, hingga Bahasa Inggris.

Di antara nama yang mencuat adalah Narendra Ajining Buwono yang meraih Bronze Medal untuk Matematika dan IPS serta Silver Medal untuk Bahasa Inggris Level B. Kemudian Elfa Kalyana Yudanto dengan Silver Medal Bahasa Inggris Level B, serta Arya Fawwaz Avicenna yang meraih Silver Medal Sains Level B. Mereka menjadi bagian dari gelombang prestasi yang menegaskan konsistensi ABATA dalam pembinaan akademik berbasis karakter.

Namun, capaian ini bukan semata soal angka dan medali.

Di balik keberhasilan itu, terdapat pendekatan yang selama ini menjadi ciri khas ABATA: pendampingan tumbuh kembang siswa secara individual dan menyeluruh.

“Setiap anak di ABATA tidak diperlakukan sebagai angka statistik. Mereka dipahami sebagai pribadi yang unik, dengan potensi, ritme belajar, dan kebutuhan yang berbeda,” ujar salah satu guru pembimbing.

Menurutnya, proses pembinaan dimulai dari pemetaan kemampuan dasar siswa, dilanjutkan dengan coaching rutin, penguatan mental bertanding, hingga evaluasi personal pasca latihan. Guru tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga menjadi pendamping yang memastikan anak berkembang secara utuh akademik, emosi, dan karakter.

Seorang wali murid mengungkapkan rasa harunya melihat perubahan anaknya sejak bergabung di ABATA.
“Anak kami dulu pemalu dan kurang percaya diri. Tapi di Abata, dia tidak hanya diajarkan materi lomba, tapi juga dibimbing untuk berani tampil. Kami melihat langsung proses itu, bukan hasil instan,” ujarnya.

Pendampingan tersebut juga terlihat dari keterlibatan intens antara sekolah dan orang tua. Komunikasi dilakukan secara berkala, bahkan hingga pada hal-hal kecil seperti pola belajar di rumah, manajemen waktu, hingga kondisi psikologis anak menjelang kompetisi.

“Di sini, guru benar-benar hadir. Mereka tahu perkembangan anak kami secara detail. Bahkan perubahan kecil pun diperhatikan,” kata wali murid lainnya.

Model pembinaan ini selaras dengan filosofi ABATA: mendidik dengan hati. Pendekatan yang menempatkan kasih sayang, perhatian, dan kepercayaan sebagai fondasi utama dalam proses pendidikan.

Bagi pihak sekolah, prestasi di KMII bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari proses panjang membentuk generasi yang tangguh dan berdaya saing.

“Prestasi ini adalah efek dari proses yang benar. Ketika anak didampingi dengan serius, dihargai potensinya, dan diarahkan dengan tepat, maka hasil akan mengikuti,” ungkap salah satu tim manajemen mutu sekolah.

Keberhasilan puluhan siswa ABATA dalam KMII 2026 sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan yang berfokus pada pendampingan personal mampu melahirkan capaian yang tidak hanya gemilang, tetapi juga berkelanjutan.

Di tengah kekhawatiran akan pendidikan yang serba instan, ABATA justru memilih jalan yang lebih terbaik: membangun setiap anak dengan kesabaran, ketelitian, dan ketulusan.

Dan dari jalan itulah, prestasi demi prestasi lahir bukan sebagai kebetulan, melainkan sebagai keniscayaan.

Author abatasdit

More posts by abatasdit